TRACKING SUSPEK COVID-19 DESA TLOGOHARUM

Tlogoharum (05/03/2021) Pemerintah Desa bersama Babinkamtibmas dan Babinsa serta Bidan Desa Tlogoharum secara bersama-sama melakukan Tracking (Penelusuran) terhadap kelaurga pasien Suspek COVID-19 yang  berinisial U warga Desa Tlogoharum RT 06 RW 02 yang di rawat di RSU Soewondo Pati, Tracking dilakukan pada pukul 10.00 WIB, Sasaran yang di tuju adalah keluarga pasien yang tinggal bersama satu rumah dengan pasien tersebut dan tetangga dekat si pasien. Ada 3 orang dari keluarga yang tinggal satu rumah dengan si pasien yaitu suami si pasien, satu anak pasien, dan orang tua si pasien.

 

Keluarga si pasien diedukasi untuk memeriksakan kesehatannya di Puskesmas Wedarijaksa II serta agar tidak keluar rumah untuk isolasi mandiri selama minimal 7 hari, tidak hanya itu dari Bidan Desa serta dari pihak Puskesmas Wedarijaksa II memberikan informasi-informasi penting terkait apa yang yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan diri dan melakukan aktivitas ketika berada di rumah selama isolasi mandiri selama 7 hari.

 

Untuk sasaran Tracking Pasien Suspek COVID-19 yang selanjutnya adalah Keluarga Pasien yang berinisial L Warga Desa Tlogoharum RT 04 RW 01 yang telah dirawat di RSU Fastabiq Sehat Pati, Tracking dilakukan terhadap 3 keluarga pasien yang berada di rumah yaitu Istri si pasien, dan kedua anak si pasien. Semua keluarga si pasien di edukasi secara pelan-pelan agar dapat memahami dan memaklumi kondisi yang sedang dihadapi sekarang ini, dan di berikan kiat-kiat hidup sehat serta edukasi bagaimana cara melakukan isolasi mandiri selama 7 hari di rumah.  Pemeriksaan kesehatan terhadap keluarga si pasien dilakukan dengan alat seadanya untuk sementara, yang selanjutnya keluarga si pasien diwajibkan untuk periksa kesehatan secara mendalam di Puskesmas Wedarijaksa II secara gratis.

Adapun dari kedua tetangga si Pasien Suspek COVID-19 dihimbau untuk masa isolasi mandiri selama 7 hari agar tidak berkontak fisik dengan keluarga si pasien dan berjaga jarak sekitar 1-1,5 meter bila diharuskan ada keperluan yang dilakukan dengan kelaurga si pasien. Tetangga-tetangga si pasien diberi pemahaman agar tidak khawatir secara berlebihan apabila ada kondisi seperti ini, yang terpenting adalah jaga kesehatan dengan selalu menerapkan protokol kesehatan untuk memakai masker, menghindari kerumunan dan kurangi mobilitas , serta apabila ada keluhan terhadap kesehatan yang dialami agar segera untuk melakukan cek up kesehatan di Puskesmas, dokter dan atau Tenega kesehatan setempat.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan